NEWS
Trending

Wujudkan Harga Listrik Murah, Pemerintah Luncurkan Permen 38/2016

Wujudkan Harga Listrik Murah, Pemerintah Luncurkan Permen 38/2016
Listrik Indonesia | Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen penuh untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di daerah-daerah yang belum terjangkau listrik atau rasio elektrifikasinya rendah, dengan meluncurkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 38 Tahun 2016 tentang Percepatan Elektrifikasi di Perdesaan Belum Berkembang, Terpencil, Perbatasan, dan Pulau Berpenduduk melalui Pelaksanaan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Skala Kecil.
 
Pasalnya, akses listrik masyarakat di Indonesia saat ini belum merata, hal ini dapat dilihat dari angka rasio elektrifikasi masing-masing provinsi yang berbeda-beda. Di Provinsi Papua misalnya, rasio elektrifikasi masih sekitar 46,47 %. Ini artinya lebih dari separuh rumah tangga di Papua belum menikmati listrik, Pulau Jawa rata-rata rasio elektrifikasinya telah berada di atas 90%. Maka dari itu pemerintah berkeinginan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di daerah yang berada di pelosok nusantara.
 
Menteri ESDM Ignasius Jonan mengungkapkan, melistriki wilayah-wilayah Indonesia memiliki berbagai tantangan antara lain perbedaan pendapatan yang diterima masyarakat. “Disparitas pendapatan di negara kita merupakan tantangan dalam penyediaan listrik, masih banyak saudara-saudara kita yang kemampuan daya belinya di bawah rata-rata. Tantangan mengenai disparitas penghasilan atau affordability disparity, perbedaaan kemampuan atau daya beli menjadi tantangan yang besar,” ujar Jonan, beberapa waktu lalu dalam dialog energi di Jakarta, Senin (06/03).
 
Menurutnya, ada ribuan bahkan puluhan ribu desa yang rasio elektrifikasinya masih separuh di bawah rasio elektrifikasi angka di pulau Jawa. “Ada 2.500 desa kurang lebih yang akan pemerintah usahakan untuk ada listriknya (menggunakan solar home system atau pembangkit listrik tenaga surya yang sederhana) dan kalau di situ ada 10.000 desa yang listriknya at the very minimal level, pada suatu saat 2 tahun lagi, 3 tahun lagi atau 5 tahun lagi ada kabel listrik itu lewat depan rumah dia, dan dia tidak mampu beli, saya kira perasaan keadilan sosialnya lebih parah lagi, persoalan akan menjadi beda,” jelas Jonan.
 
Ia menambahkan, pemerintah juga ingin membuat harga listrik yang semakin lama akan semakin murah. “Inilah alasan pemerintah membuat aturan untuk mengatur tarif supaya listrik itu tidak makin lama makin naik, kalau bisa makin turun. Saya juga minta tarif listrik PLN makin lama makin turun dan ini menurut saya penting. Kalau semakin lama, semakin mahal namanya prakarya bukan bisnis,” ungkap Jonan.
 
Dengan Harga tenaga listrik yang terjangkan maka seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati pintu gerbang peradaban tanpa terkecuali. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button