Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Wujudkan Green Airport, Angkasa Pura Teken MoU Dengan Kementerian ESDM

Wujudkan Green Airport, Angkasa Pura Teken MoU Dengan Kementerian ESDM
Rencananya, seluruh bandara di tanah air akan dipasang PLTS. (foto: net)
Listrik Indonesia | PT Angkasa Pura (AP) I dan II meneken nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan green airport di seluruh bandara di Indonesia.

"Bandara yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II maupun UPT Ditjen Perhubungan Udara memiliki potensi luasan lahan maupun atap bangunan yang sangat memungkinkan untuk dipasang sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)," ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, F.X Sutijastoto dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10).

Untuk itu, katanya, potensi ini harus dimanfaatkan secara maksimal agar bisa menjadi sumber penyuplai energi listrik yang lebih ramah lingkungan bagi bandara, sekaligus bisa mengurangi beban tagihan listrik kepada PLN. Pihaknya terus mendorong para pengguna energi untuk melaksanakan konservasi energi dalam rangka meningkatkan efisiensi penggunaan energi, khususnya di subsektor gedung.

Langkah yang dapat dilakukan antara lain dengan menerapkan Sistem Manajemen Energi dan memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti energi surya. Usaha-usaha konservasi energi perlu digiatkan untuk menjadi solusi yang tepat dalam menghadapi krisis pasokan energi. Menghemat listrik 1 (satu) Watt lebih cepat dan murah daripada memproduksi listrik 1 (satu) Watt," kata pria yang akrab disapa Toto ini.

Melalui kerja sama ini, diharapkan akan melahirkan berbagai program untuk mendongkrak efisiensi penggunaan energi, sekaligus menerapkan sumber-sumber energi terbarukan pada bandara-bandara di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara maupun PT. Angkasa Pura I dan PT. Angkasa Pura II.

"Nota kesepahaman ini diharapkan bisa menjadi landasan bagi Ditjen EBTKE selaku instansi yang bertugas merumuskan kebijakan dan melaksanakan pembinaan di bidang energi baru terbarukan dan konservasi energi, yang kemudian disinergikan dengan tugas Ditjen Perhubungan Udara serta PT Angkasa Pura I dan II," ungkap Toto.

PT. Angkasa Pura I dan PT. Angkasa Pura II yang merupakan pelaksana pengelolaan bandara di komersil di Indonesia dinilai memiliki permintaan energi yang lebih besar dibandingkan bangunan lainnya. UPT di bawah Dirjen Perhubungan Udara juga mengelola bandara dengan jumlah yang lebih banyak sehingga dapat dibayangkan bila melakukan efisiensi energi sedikit saja.

Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Penerapan Konservasi Energi dan Pemanfaatan Energi Terbarukan Secara Berkelanjutan pada Bandar Udara dilaksanakan secara langsung dengan standar protokol COVID-19 yang ketat oleh Direktur Jenderal EBTKE F.X Sutijastoto, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto, Direktur Utama PT. Angkasa Pura I Faik Fahmi, dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin di tempat terpisah. (pin)

 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button