NEWS
Trending

Upgrade Pembangkit Batu Bara, GE: Tekan Emisi Gas Buang Sekaligus Hemat Hingga 5%

Upgrade Pembangkit Batu Bara, GE: Tekan Emisi Gas Buang Sekaligus Hemat Hingga 5%
Listrik Indonesia | GE Power Service adalah Perusahaan Industrial Digital terkemuka dunia, mengubah industri dengan mesin dan solusi software-defined yang terhubung, responsif dan prediktif. Setiap temuan baru akan menjadi mesin pendorong inovasi dan aplikasi di seluruh sektor industrial. Melalui sumber daya manusia, layanan, teknologi dan jaringannya, GE menyajikan hasil lebih baik bagi pelanggan karena sangat paham akan kebutuhan industri pelanggannya.
 
Sejalan dengan industri-industri di Australia yang selalu berusaha meningkatkan kinerja sekaligus menurunkan rekam jejak karbon melalui konsumsi batubara yang lebih sedikit, ENGIE - salah satu perusahaan listrik independen terkemuka di Australia, memilih GE Power Services (NYSE: GE) untuk memperbarui peralatan pembangkit listrik berbahan bakar batubara Loy Yang B berkapasitas 1.056 Megawatt (MW) di Victoria, Australia.
 
Anders Maltesen, general manager wilayah Asia Pasifik untuk GE Power Services, dirinya  mengatakan, GE akan meng-upgrade dua turbin uap Hitachi milik ENGIE dengan target peningkatan kapasitas total sampai 84 MW dan mengurangi konsumsi bahan bakar hingga sekitar 5 persen untuk setiap MW yang dihasilkan.
 
Ia menambahkan, proses upgrade di Loy Yang B merupakan bagian dari proyek strategis rumah kaca ENGIE yang sedang berlangsung pada pembangkit listrik tersebut, dengan tujuan untuk meningkatkan fleksibilitas operasional sekaligus mengurangi intensitas efek rumah kaca.
 
“Proyek ini akan menempatkan ENGIE selaras dengan inisiatif Australia untuk meningkatkan efisiensi dan mewujudkan operasional berkelanjutan pada pembangkit listrik berbahan bakar batubara Loy Yang B yang berada di Kawasan Victoria,” ungkap Anders Maltesen, melalui keterangan resminya yang diterima listrikIndonesia.com di Jakarta, Senin (05/06).
 
“Proyek stasiun Loy Yang B menandai untuk pertama kalinya di dunia, GE dipilih untuk meningkatkan kinerja turbin uap Hitachi. Proyek ini mencerminkan pengakuan dunia terhadap kemampuan GE di sektor energi untuk meningkatkan kinerja pembangkit listrik, bahkan pada mesin-mesin pembangkit dari manufaktur lain setelah akuisisi Alstom Power pada 2015 lalu,” tambahnya.
 
Menurut Laporan Estimasi Perkembangan Listrik Nasional 2016 dari Australian Energy Market Operator. Operator energi dan sistem tenaga listrik independen Australia, konsumsi dari sektor manufaktur diperkirakan akan meningkat 6,4 persen selama 20 tahun ke depan dan konsumsi dari sektor bisnis lainnya seperti, komersial dan aplikasi industrial diperkirakan akan meningkat sekitar 10,9 persen selama rentang waktu yang sama.
 
Dengan upgrade dari GE, total keluaran pembangkit diperkirakan akan bertambah menjadi 1.140 MW dan meningkatkan basis kapasitas listrik terpasang GE di Australia menjadi lebih dari 1 Gigawatt.
 
“Kesepakatan upgrade ini terwujudkan sebagai hasil hubungan jangka panjang antara kedua perusahaan. GE memiliki rekam jejak sejak lama telah menyediakan armada pembangkit listrik ENGIE global, setelah berkolaborasi dalam beberapa proyek di Australia. Sebagai contoh, GE memasok suku cadang dan layanan pemadaman listrik untuk pembangkit Pelican Point Australia Selatan, sebuah fasilitas gabungan dua unit yang beroperasi dengan dua turbin gas GE 13E2,” tandasnya.
 
Selain itu, GE juga memasok suku cadang dan layanan untuk pembangkit listrik gabungan Kwinana, fasilitas dua unit Frame 6B. Pembangkit listrik Loy Yang B berada di Latrobe Valley, sekitar 160 kilometer sebelah timur Melbourne. Proses upgrade GE diperkirakan akan selesai pada 2019 dan 2020 mendatang. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button