NEWS
Trending

Tingkatkan Efisiensi KESDM, Luhut: Siap Terbitkan Kepmen

Tingkatkan Efisiensi KESDM, Luhut: Siap Terbitkan Kepmen
Listrik Indonesia | Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Panjaitan menekankan perlunya efisiensi di sektor migas. Akan tetapi, efisiensi ini dinilai cukup sulit untuk dilakukan hal ini dikarenakan banyak peraturan yang mempersulit kinerja ESDM.

Luhut mengatakan, dalam mencapai efisiensi tersebut dirinya akan memaksimalkan tugasnya sebagai Plt Menteri ESDM dan akan membereskan peraturan-peraturan yang dianggapnya mempersulit efisiensi dengan menerbitkan Keputusan Menteri (Kepmen).
 
“Saat ini saya akan mengatasi beberapa masalah, seperti banyak peraturan yang dirasa mempersulit. Kalau bisa diatasi hanya dengan Kepmen saya akan tandatangani, selama itu untuk efisiensi,” ungkap Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (25/8).
 
Luhut yang saat ini sebagai Plt Menteri ESDM sekaligus menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman menginginkan Kementerian ESDM memiliki tim kerja yang baik dan jangan berpolitik di dalamnya. Dengan begitu, diyakininya akan menciptakan efisiensi dan efektivitas.
 
“Saya ingin di ESDM ini memiliki teamwork yang baik, jangan bapak-bapak berpolitik. Bekerjalah sesuai bidang kerja Anda. Saya ingatkan kepada saudara, tugas pokok kita adalah menjadikan organisasi ini menjadi organisasi yang efisien dan efektif,” terangnya.
 
Selain akan membenahi sektor internal ESDM, Luhut juga meminta PT Pertamina (Persero) untuk lebih banyak menggunakan produk dalam negeri. Menurutnya penggunaan produk-produk dalam negeri banyak manfaatnya, seperti membuka lapangan kerja, ada nilai tambah seperti pajak. Ia pun berjanji akan mengawasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
 
“Pertamina ini masih banyak TKDN yang belum dipakai. Lebih baik lagi kalau di hulu menggunakan pipa buatan dalam negeri. Kini saya ada di sini (Kementerian ESDM), akan saya awasi,” tegas Luhut.
 
Ia juga mengatakan sektor migas selama ini terbuai dengan terlalu banyak melakukan ekspor sehingga pasar domestik terlupakan. Oleh karena itu, Ia menegaskan kelemahan-kelemahan ini yang harus dibenahi.
 
“Kelemahan kita sekarang adalah inefisiensi, terlalu banyak impor. Kita ingin Pertamina jadi perusahaan besar, tapi efisien,” pungkasnya. (RG/Fr)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button