Event AGENDA NEWS
Trending

Terkumpul Rp 4,5 M, Istri Ganjar Pranowo Ikuti PLN Virtual Charity Run and Ride 2020

Terkumpul Rp 4,5 M, Istri Ganjar Pranowo Ikuti PLN Virtual Charity Run and Ride 2020
Siti Atikoh, istri Gubernur Jawa Tengah mengapresiasi gelaran PLN Virtual Charity Run and Ride 2020
Listrik Indonesia | Tiga hari jelang akhir batas waktu, PLN Virtual Charity Run and Ride 2020 berhasil kumpulkan Rp 4,5 Miliar yang akan digunakan untuk melakukan penyambungan listrik bagi warga tidak mampu. Hasil tersebut didapat dari hasil 120 ribu kilometer jarak yang ditempuh oleh peserta lari dan sepeda.

Siti Atikoh, istri Gubernur Jawa Tengah mengapresiasi gelaran PLN Virtual Charity Run and Ride 2020. Menurutnya kegiatan ini menjadi penyemangat masyarakat untuk berolahraga, karena setiap energi yang dikeluarkan akan berguna bagi orang lain. 

“Selain kita sehat, juga charity bagi saudara kita yang membutuhkan. Saya ikut dua kategori, lari 42 kilometer dan sepeda 75 kilometer,” ucap Siti Atikoh, dalam keterangannya, Senin (26/10).

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi bersyukur kegiatan bertajuk ini dapat menggerakan masyarakat untuk tetap berolahraga sekaligus berbagi di masa pandemi. 

“Kami tentu senang, kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain mengajak masyarakat untuk tetap menjalankan gaya hidup sehat di tengah pandemi, ini juga menjadi energi optimisme bahwa gotong-royong masih melekat menjadi identitas bangsa Indonesia,” tutur Agung. 

Gelaran bertajuk “Energimu Cahaya Bagiku” ini sendiri disambut antusias oleh masyarakat. Pada tahap pertama PLN membuka pendaftaran untuk 7.500 peserta pada tanggal 15 Oktober 2020. Kuota tersebut habis tidak lebih dari 3 jam. 

Melihat antusiasme masyarakat, PLN membuka kembali kuota pendaftaran PLN Virtual Charity Run & Ride 2020 pada tanggal 16 Oktober 2020. Tak sampai 1 hari, seluruh kuota tambahan telah habis dimanfaatkan oleh pelari dan pesepeda. Total saat ini, 12.500 pelari telah terdaftar dalam acara tersebut. 

PLN terus mendorong para peserta PLN VCRR 2020 untuk segera melakukan submit hasil lari dan sepeda agar jarak yang ditempuh dapat segera dikonversikan ke dalam rupiah. Hasil konversi tersebut akan segera disalurkan untuk menyambung listrik bagi masyarakat kurang mampu.

“Bagi yang sudah terdaftar, ayo segera berlari dan bersepeda, lalu submit hasil larinya melalui situs dan WA yang telah disediakan, masih ada waktu sampai tanggal 28 Oktober 2020. Harapannya seluruh peserta submit, sehingga rupiah yang terkumpul semakin banyak,” tambah Agung.

Bagi peserta yang ingin melakukan submit hasil lari dan sepedanya dapat dilakukan melalui situs web https://plncharity.gofit.id/submit_hasil ataupun melalui Whatsapp ke Nomor 0815 1193 0071 dengan menyiapkan nomor BIB dan bukti hasil lari atau sepeda. 

PLN VCRR 2020 yang menjadi bagian dari peringatan Hari Listrik Nasional ke-75 merupakan ajang lari dan bersepeda yang bisa dilakukan di mana saja kapan saja mulai 16 – 28 Oktober 2020 dan dapat “dicicil” jarak lari dan bersepedanya untuk tujuan beramal. 

Peserta diajak untuk menerapkan gaya hidup sehat melalui olahraga lari dan sepeda. Setiap kilometer yang ditempuh oleh pelari dan pesepeda nantinya akan dikonversikan dalam bentuk rupiah yang nantinya akan digunakan untuk membiayai penyambungan listrik masyarakat tidak mampu. 

Setiap kilometer lari akan dikonversikan ke dalam rupiah yaitu sebesar Rp 40.000,- dan sepeda sebesar Rp 35.000,-. Uang tersebut akan digunakan untuk biaya penyambungan rumah masyarakat tidak mampu tersebar di seluruh Indonesia dengan daya 450 VA. Pemilihan penerima bantuan dilakukan langsung oleh PLN dengan memastikan penerima bantuan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial Republik Indonesia. Sebagai informasi, biaya penyambungan listrik satu rumah termasuk dengan instalasi listrik dalam rumah dan sertifikat laik operasi sebesar Rp 750.000,-.

Selain kondisi geografis daerah terpencil. Salah satu tantangannya untuk mewujudkan rasio elektrifikasi 100 persen adalah keterbatasan masyarakat kurang mampu untuk melakukan penyambungan listrik. Sebagai informasi, tanggung jawab PLN dalam menghadirkan listrik adalah hingga membangun jaringan-jaringan listrik ke sekitar rumah pelanggan. Sementara untuk instalasi dalam rumah dan biaya penyambungan listrik menjadi tanggung jawab pelanggan.

“Masyarakat yang tidak mampu inilah yang akan kita bantu. PLN bersama MKI menggagas acara ini, mengajak masyarakat ikut serta, berbagi energi untuk menerangi nusantara. Tidak dengan uang, masyarakat cukup berolahraga melalui lari atau bersepeda,” tambah Agung. (pin)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button