Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Tekad Jawa Barat Jadi Pionir Pemakaian Kendaraan Listrik

Tekad Jawa Barat Jadi Pionir Pemakaian Kendaraan Listrik
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (ke-2 kanan) sosialisasikan kendaraan listrik di lingkungan pemprov (Foto: Dok. LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bertekad menjadi pionir pemakaian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) atau kendaraan listrik di Indonesia. Dimulai dari lingkungan pemprov, instansi lainnya, lalu masyarakat umum.

Target resminya terdapat setidaknya 500 ribu unit pada 2050. Sementara hari ini, baru beroperasi enam unit kendaraan roda empat atau mobil dan 545 unit sepeda motor. 

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar Bambang Riyanto menyatakan optimismenya itu kepada LISTRIK INDONESIA di Kota Bandung, Jumat, 9 April 2021. 

"Kami memulainya di lingkungan ASN (aparat sipil negara) dulu sebagai langkah sosialisasi dan contoh bagi masyarakat. Kami terus mendorong berbagai instansi memulai menggunakan KBLBB," kata Bambang.

BACA JUGA: Bertahap, Kendaraan Listrik Jadi Kendaraan Dinas Pemerintah

Diungkapkan, berdasar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2019 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED), pemerintah daerah menargetkan beroperasinya 500 ribu unit kendaraan listrik pada 2050.

Jumlah kendaraan bermotor di Jabar pada 2020 sebanyak 17 juta unit. Sebanyak 15 persen di antaranya mobil dan 4,85 persen sepeda motor. 
 
Kendaraan bermotor tersebut mengonsumsi 7,49 miliar liter bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil pada 2017 dan 8,29 miliar liter pada 2019. 

"Pemakaian BBM berbasis fosil itu tentu memicu efek emisi gas rumah kaca (GRK). Kami concern untuk mengurangi emisi tersebut. Berbagai pihak, termasuk warga, perlu berjuang menyelamatkan bumi," tukas Bambang.

Upaya pengurangan konsumsi BBM yang mengandung karbon melalui pemasyarakat kendaraan listrik terus dilakukan. Kegiatan terakhir berupa sosialisasi KBLBB di lingkungan pemprov bertema Low Carbon Lifestyle Through Electricity di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (8/4/2021). 

BACA JUGA: Perluas Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Supply Listrik SPKLU Swasta

Insentifpun diberikan kepada pengguna kendaraan listrik. Berdasar Perda Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pajak Daerah dengan Insentif Pengurangan BBNKB untuk KBLBB, pengguna mobil memperoleh keringanan pajak kendaraan sebesar 10 persen dan sepeda motor 2,5 persen dari besaran selama ini.


Pemprov Jabar Pertama

Pada peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) Ke-75, November 2020, Pemprov Jabar mengumumkan awal pengoperasian kendaraan dinas berbasis listrik. Tercatat, Pemprov Jabar sebagai pemerintah provinsi pertama yang memakai kendaraan dinas ramah lingkungan.

Langkah itu dilakukan sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Persepatan Program KBLBB untuk Transportasi Jalan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Pemendagri) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengiriman Bahan Listrik KBLBB.

Selain itu, diperoleh pinjaman pcx electric dari PT Hein kepada pemprov sebanyak enam unit dan 22 unit buat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sebagai bahan uji coba. 

Juga terdapat instalasi stasiun pemutaran baterai (battery excharge) sebanyak 26 titik di Kota Bandung, pengunaan enam unit mobil dan 545 kendaraan sepeda motor. 

Tersedia pula stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di  Gedung Sate, PLN, LEN, rest area Tol Cipali, dan dua unit stasiun pengiriman baterai privat di rumah dinas Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

BACA JUGA: Bekerja Tuntas Mengawal Infrastruktur Kelistrikan di Jawa Bagian Barat

Pemakaian kendaraan listrik merupakan tren masa depan. Kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan semakin tinggi untuk mengurangi efek GRK. 


Peran Aktif ASN

Gubernur Jabar Ridwan Kamil sendiri mendorong inovasi kendaraan listrik oleh peneliti dan mahasiswa. Penelitian dan pengembangan dibutuhkan guna menciptakan standar khusus pembuatan kendaraan listrik.

Gubernur yang kerap disapa Emil itu juga meminta kalangan industri memproduksi teknologi baterai di Jabar untuk mendukung peningkatan pemakaian kendaraan listrik. Ia mengapresiasi langkah yang telah dilakukan pabrikan Gesit di Bogor dan TVS di Karawang. 

Emil pun memerintahkan agar jajarannya benar-benar aktif dalam gerakan pemakaian kendaraan listrik. ASN juga diminta berperan serta menyosialisasikan pentingnya beralih ke kendaraan listrik oleh masyarakat umum. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button