CORPORATION
Trending

Spindo Targetkan Pertumbuhan 30 Persen di 2022

Spindo Targetkan Pertumbuhan 30 Persen di 2022

Listrik Indonesia | Perusahaan baja nasional PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) alias Spindo menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 30% pada tahun 2022.

Corporate Secretary & Investor Relations ISSP Johannes W. Edward mengatakan, pertumbuhan tersebut dilihat dari perekonomian nasional yang mulai pulih, serta gencarnya pembangunan infrastruktur. Selain itu, adanya wacana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) diprediksi memberikan dampak positif bagi industrinya.

Pertumbuhan tersebut dinilai ISSP bisa didapat dari gencarnya pembangunan infrastruktur dalam negeri dan perekonomian nasional yang semakin pulih. Corporate Secretary & Investor Relations ISSP Johannes W. Edward mengatakan bahwa adanya pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) diprediksi memberikan dampak positif bagi emiten konstruksi.

“Pemindahan IKN tentu akan membawa dampak positif di mana akan gencar pembangungan infrastruktur dan diperkirakan permintaan akan baja pun meningkat,” ujar Johannes dalam keterangannya. Kamis, (20/1/2022).

Ia membeberkan, bahwa sepanjang 2021 ISSP meraih laba bersih sekitar Rp490 miliar. Menghadapi 2022, pihaknya optimis dengan target pertumbuhan penjualan mencapai 30%.

Selain adanya pembangunan infrastruktur, target tersebut akan coba dikejar dengan menggenjot pasar ekspor. ISSP menargetkan porsi ekspor 10%-15% dari total penjualan. Hingga kini target utama ekspor ISSP adalah Amerika Serikat dan Kanada, serta negara-negara tujuan lain mungkin Australia dan Eropa. ISSP juga terus mengembangkan pasar domestik yang memiliki potensi tinggi seperti daerah Pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan.

“Ekspor merupakan salah satu arah ekspansi bisnis kami. Selain itu, pasar domestik juga sebenarnya masih punya potensi sangat besar,” ujar Johannes.

Terkait alokasi dana capital expenditure (capex) untuk tahun 2022, Johannes menjelaskan bahwa anggaran capex di tahun 2022 nilainya masih sama dengan capex 2021. Adapun, capex yang digelontorkan di tahun 2021 adalah senilai Rp 60 miliar-Rp 80 miliar, di mana sejauh ini perkiraan capex yang terserap adalah sekitar Rp 60 miliar.

“dana Capex itu nantinya akan digunakan untuk peremajaan mesin dan penyelesaian depo atau gudang. Peningkatan-peningkatan tersebut diharapkan tahun ini dapat meningkatkan kapasitas produksi Spindo yang saat ini kapasitas produksi mencapai 600.000 ton per tahun, dengan rata-rata utilisasi berkisar hingga 53%,” jelasnya.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button