NEWS
Trending

Sambut Era Industri 4.0, Nalco Water Berbagi Wawasan dan Inovasi

Sambut Era Industri 4.0, Nalco Water Berbagi Wawasan dan Inovasi
Foto: R. Akmal/Listrik Indonesia
Listrik Indonesia - Jakarta  | Kelangkaan air merupakan tantangan yang menimbulkan risiko serius, termasuk dalam dunia industri. Karena itu, Nalco Water berbagi cara untuk meningkatkan analitik prediktif melalui inovasi teknologi 3D TRASAR™ yang membantu mengurangi penggunaan air dan mendorong kinerja.

Dalam seminar yang melibatkan pelanggan dari seluruh Indonesia, Nalco Water membagikan inovasi termutakhirnya, 3DTRASAR NextGen™, yang menyediakan sensor cerdas untuk meningkatkan konektivitas dan memantau konsumsi air, kinerja sistem dan dampak finansial terhadap total biaya operasional yang terkait air di seluruh proses manufaktur.

ECOLAB3DTM, platform digital berbasis cloud yang memberikan solusi dan layanan secara digital yang disesuaikan berdasarkan data yang dikumpulkan dari sistem monitor perusahaan, perangkat otomasi, dan sistem otomasi lainnya untuk mengoptimalisasi kinerja manufaktur secara real-time

Adapun OMNITM, yang merupakan program kondensor dan penukar panas yang komprehensif yang memberikan wawasan yang holistik dengan memprediksi pemeliharaan sistem dan peningkatan produksi; memperpanjang usia aset dengan mengidentifikasi dan menghilangkan korosi, kerak, dan deposit karena bakteri; serta mencegah penurunan kinerja.

Heavy and Mining Business Head Nalco Water Indonesia, Hamdani Bantasyam, mengatakan, “Seminar ini merupakan kesempatan kami untuk menginformasikan kepada industri dan perusahaan, bagaimana meningkatkan operasional dan mengoptimalkan biaya, melalui penggunaan perangkat dan platform digital,” ungkap Hamdani di sela-sela seminar di Sheraton Hotel, Jakarta(5/12).

Allan Yong, Ecolab Vice President & Managing Director Asia Tenggara, menambahkan, “Ecolab memiliki pemahaman yang unik mengenai bagaimana air berperan penting dalam menjalankan bisnis. Dengan pengetahuan kami terhadap pengelolaan air secara pintar, kita telah sanggup memaksimalkan efisiensi." 

Sementara itu Direktur Teknik dan Operasi PT Sumber Segara Primadaya (S2P), Irvan Rachmat menyatakan, S2P sejak berdiri telah melakukan kerjasama dengan Nalco untuk water treatment di pembangkit. 

"Waktu itu kerjasamanya dilakukan dengan model bisnis gaya Melayu. Nalco diminta menghitung biaya per kWh. Hasilnya cukup meyakinkan dan bisa menekan biaya produksi listrik yang dihasilkan PLTU Cilacap," kata Irvan Rachmat. S2P mengharapkan kerjasama yang telah berjalan dengan baik terus dilakukan.

Terkait dengan kesiapan S2P menghadapi era industri 4.0, Irvan optimistis semua akan dipersiapkan dengan baik. "Menghadapi era 4.0 yang paling utama adalah mempersiapkan Sumber Daya Manusia-nya agar bisa unggul.di berbagai sektor," pungkas Irvan Rachmat. (DH)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button