NEWS
Trending

RUEN Dorong Akselerasi Transisi Energi

RUEN Dorong Akselerasi Transisi Energi
Listrik Indonesia | Anggota Dewan Energi Nasional, Herman Darnel Ibrahim menjadi salah satu narasumber dalam Focus Group Discussion yang diselenggarakan oleh Indonesian Parliamentary Center melalalui virtual meeting. Turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain adalah Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto dan juga dihadiri oleh perwakilan dari Universitas Andalas, perwakilan PWYP serta hadirin lainnya.

FGD ini bertujuan untuk menyusun Policy Brief mengenai strategi implementasi RUEN dan RUED untuk mewujudkan akselerasi transisi energi di Indonesia. Dari kegiatan FGD ini diharapkan dapat dilihat proses pencapian target dalam RUEN dan RUED apakah masih sesuai, atau perlu dilakukan percepatan dan akselerasi, juga identifikasi hambatan atau tantangan dalam pencapaian target tersebut.

Dalam kesempatan paparannya, herman menuturkan bahwa implementasi Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) masih berada dibawah target. “Dalam RUEN terdapat 383 kegiatan yang tersebar ke 13 Kementerian/Lembaga. DEN bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan tersebut menggunakan SI-SANTER yang merupakan sebuah aplikasi berbasis online,” ujarnya.

Adapun target RUEN periode 2015 hingga 2020 menurutnya masih dibawah target yang harus dicapai. Salah satunya pada target konsumsi energi primer yang menurun ditahun 2020 dibandingkan tahun sebelumnya akibat pandemi COVID-19. “Tentu harapannya ditahun berikutnya akan naik lagi seiring kondisi yang perlahan mulai pulih,” imbuhnya.

Diakhir ia menyampaikan bahwa KEN dan RUEN memang memerlukan penyesuaian (revisi). Sementara itu progres penyusunan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) dari 34 provinsi di Indonesia terdapat 22 Provinsi yang telah merampungkan RUED.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto mengapresiasi atas apa yang disampaikan oleh Herman. Ia juga mengatakan bahwa untuk mencapai target EBT 23% di Tahun 2025 memang membutuhkan anggaran yang besar. “Selain itu juga apabila diibaratkan, di sektor pertanian terdapat penyuluh yang selalu mendampingi petani, sedangkan di sektor energi ini belum ada. Nah apabila sektor energi punya penyuluh tentunya akan sangat baik. Masyarakat perlu pendampingan untuk dapat menggunakan energi secara efektif dan efisien,” pungkasnya.

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button