NEWS
Trending

Rasio Elektrifikasi Naik Dalam Delapan Tahun Terakhir

Rasio Elektrifikasi Naik Dalam Delapan Tahun Terakhir
Listrik Indoneisa |  Perkembangan rasio elektrifikasi dalam delapan tahun terakhir (2010-2018) telah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Tercatat dalam waktu kurang dari 10 tahun, Pemerintah berhasil membuat menaikkan angka rasio elektrifikasi teraebut dan desa-desa di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal menjadi bersinar.

Hal tersebut dilakukan Sesuai dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo, yang ingin mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, pihaknya terus berusaha semaksimal mungkin dalam meningkatkan rasio elektrifikasi di Tanah Air.

Pasalnya dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun, pemerintah berhasil menerangi desa maupun Kepulauan yang tersebar di seluruh Nusantara. Di tahun 2010, angka rasio elektrifikasi Indonesia masih berkisar 61,15%. Lalu pada 2011, angka tersebut bertambah menjadi 72,95, artinya hal ini mengalami kenaikkan sekitar 11, ,8%.

Selanjutnya pada 2012, angka rasio elektrifikasi kembali naik menjadi 76,56%, lalu pada 2013 angka tersebut kembali mengalami kenaikkan sekitar 3,95% menjadi 80,51%. Lalu pada 2014, angka tersebut kembali naik menjadi 84, 34%, pada 2015 angka rasio elektrifikasi kembali naik sekitar 3,96% menjadi 88,30%.

Kemudian pada 2016 rasio elektrifikasi naik sekitar 2,86% menjadi 91,16%, lalu pada 2017 angka tersebut kembali naik menjadi 95,35%. Artinya dari tahun ke tahun angka rasio elektrifikasi terus mengalami pertumbuhan yang signifikan, dan tercatat hingga Triwulan I tahun 2018, rasio elektrifikasi saat ini sebesar 97,50%.

Pemerintah terus mengejar angka rasio elektrifikai teraebut hinggga mencapai 99,99% pada 2019 mendatang.

Meski demikian, untuk daerah yang maaih gelap gulita Pemerintah tidak menutup mata, melainkan Pemerintah mencari cara agar daerah tersebut dapat terang benderang di kala malam dengan adanya Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dan menggunakan pembangkit berbasis Eneegi Baru Terbarukan (EBT) lainnya. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button