Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Perusahaan Ini Memilih Ekspor Cangkang Sawit Meski Dalam Negeri Butuh Untuk Co-Firing

Perusahaan Ini Memilih Ekspor Cangkang Sawit Meski Dalam Negeri Butuh Untuk Co-Firing
PT Dharma Sumber Energi menjual cangkang sawit ke Jepang. (foto: net)

Listrik Indonesia | Cangkang kelapa sawit mulai menjadi komoditas ekspor untuk sejumlah negara, salah satunya Jepang. Cangkang kelapa sawit ini akan dijadikan bahan baku pembangkit listrik tenaga biomassa.

"Beberapa pabrik kelapa sawit perseroan yang berlokasi di Muara Wahau, Kalimantan Timur, akan memasok cangkang kelapa sawit untuk diekspor ke Jepang dengan volume mencapai 70.000 ton per tahun," ujar Direktur Utama Dharma Satya Nusantara (DSNG) Andrianto Oetomo, di Jakarta, Senin (19/10).

Melalui anak usahanya PT Dharma Sumber Energi, pihaknya mengaku telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan eREX Singapore Pte. Ltd. untuk memasok cangkang kelapa sawit ke Jepang. Kerja sama ini berlaku selama 15 tahun untuk kemudian ditinjau ulang. Sedangkan eREX Singapore merupakan anak perusahaan dari eREX Co. Ltd., merupakan perusahaan publik di Jepang yang berpengalaman dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga biomassa. 

Penandatanganan kerja sama itu dilakukan oleh Direktur Utama Dharma Sumber Energi (DSE) Efendi Sulisetyo dan Managing Director dari eRex Pte. Ltd. Shuji Yoda.

“Selama ini cangkang kelapa sawit dari hasil pengolahan tandan buah segar menjadi CPO digunakan sebagai bahan bakar di boiler. Namun, kontrak jangka panjang dengan eREX ini membuka peluang kami untuk mengekspor cangkang ke Jepang sebagai bahan baku biomass bagi pembangkit listrik berbasis biomass milik eREX tersebut,” kata Andrianto.

Dia meyakini, kerja sama dengan eREX merupakan langkah strategis untuk perusahaannya dalam menerapkan kebijakan keberlanjutan, yakni dengan memanfaatkan limbah yang dihasilkan dari proses produksi CPO menjadi produk yang bernilai ekonomis dan sesuai dengan prinsip-prinsip environment, social, and governance (ESG). Pihaknya juga mengaku telah berhasil membangun bio-CNG pertama, yang mengolah limbah cair pabrik kelapa sawit (palm oil mill effluent) menjadi energi terbarukan dalam bentuk listrik dengan kapasitas 1,2 megawatt serta bio-CNG dalam tabung dengan kapasitas sebesar 280 meter kubik per jam. 

“Kami bertekad untuk mengintegrasikan ESG dalam segala aspek usaha sebagai cara kami berbisnis," ungkapnya.

Sementara itu, Hitoshi Honna, President Erex Co. Ltd., mengatakan bahwa dengan mendirikan operasi stockpile bersama dengan DSN, pihaknya dapat memastikan lebih jauh terhadap operasi jangka panjang dan cangkang yang ekonomis.

"Kami dapat mewujudkan pengadaan cangkang yang berkelanjutan dan tersertifikasi secara konsisten," jelasnya.

Ke depannya, perseroan akan mengintegrasikan instalasi bio-CNG dengan proyek biomassa untuk mengurangi penggunaan energi fosil atau diesel secara signifikan di pabrik jelapa sawit, pabrik pengolahan kernel, sarana transportasi maupun perumahan di sekitar kebun sehingga tercipta efisiensi biaya sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca agar lebih ramah lingkungan. (pin)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button