NEWS
Trending

Pasokan Listrik: Tertinggi Luksemburg, Terendah Sudan Selatan

Pasokan Listrik: Tertinggi Luksemburg, Terendah Sudan Selatan
Penduduk Republik Sudan Selatan mengungsi akibat eskalasi kekerasan [Foto: hrw.org - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Hari ini, apa kegiatan kita yang tidak membutuhkan tenaga listrik. Setrum telah menjadi kebutuhan budaya global, bagian kehidupan sehari-hari hampir seluruh umat manusia.

Hidup tanpa pasokan listrik dipastikan hampir mustahil. Seluruh bidang aktivitas kita --sebut saja seputar teknik, komunikasi dan transportasi, hiburan, serta pembedahan di ruang dokter. 

Meski demikian, kadang kita lupa betapa manusia sekarang sangat bergantung pada listrik. Bukan cuma buat kegiatan skala besar, namun juga hal yang relatif kecil. 

Konsumsi listrik dunia terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Di laman Statista dipaparkan dari 7,32 triliun kilowatt jam pada 1980 menjadi 21,8 triliun kilowatt jam pada 2016. 

Menurut Administrasi Informasi Energi AS (EIA), Kanada dan Amerika Serikat adalah dua negara dengan konsumsi listrik tertinggi per kapita pada 2017.

BACA JUGA: PLN Jatim Tingkatkan Sinergi dengan Pemkot Surabaya

Statistik 2019, terdapat sepuluh negara dengan kualitas pasokan listrik tertinggi. Skornya 100. Luksemburg termasuk di antaranya.

Peringkat negara dengan kualitas pasokan listrik tertinggi pada 2019:



Negara Minim Akses Listrik

Saat teknologi pembangkit dan transmisi yang semakin canggih, terdapat sejumlah negara yang pasokan tenaga listriknya masih buruk. Karenanya, penduduk negara dimaksud hidup dalam kondisi relatif memprihatinkan. Negara dimaksud berada di Asia dan sub-sahara Afrika.

BACA JUGA: Menteri ESDM Kembali Tegaskan Komitmen Terhadap Transisi Energi

Di India, lebih 260 juta orang hidup tanpa tersambung ke jaringan listrik utama. Sementara Sudan Selatan yang pertumbuhan penduduknya cukup tinggi, juga masuk dalam kelompok negara dengan akses listrik terendah, pada 2016. Hanya lima persen penduduknya yang memiliki akses listrik.

Republik Sudan Selatan berada di Afrika Timur. Penduduknya sebanyak 11,9 juta (2015). Wikipedia melansir, pendapatan per kapita penduduknya sebesar $1.127 (2014). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) negara daratan ini tergolong "rendah". (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button