NEWS
Trending

Mengulas Ekosistem Kendaraan Listrik, Majalah Listrik Indonesia Edisi 80 Telah Terbit

Mengulas Ekosistem Kendaraan Listrik, Majalah Listrik Indonesia Edisi 80 Telah Terbit

Listrik Indonesia | Majalah Listrik Indonesia Edisi 80 telah terbit dengan mengangkat Fokus Utama “Fase Lepas Landas Kendaraan Listrik” yang diulas dari berbagai narasumber, seperti regulator, perusahaan/pabrikan, dan stakeholder lain.

 

Cover pertama adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif

memberikan pemaparan tentang paralel antara energi bersih dan kendaraan listrik, di mana kendaraan listrik dan pemanfaatan energi bersih merupakan cita-cita Bangsa. Bagaiaman membuat strategi dan regulasi untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

 

Arifin Tasrif menjelaskan keberadaan kendaraan berbasis listrik yang ramah lingkungan bakal mendorong pengembangan energi terbarukan, seperti energi surya, air, angin, panas bumi, biomassa, dan lainnya. Menurutnya, Kementerian ESDM menargetkan tambahan energi terbarukan sebesar 38 Gigawatt (GW) pada 2035 untuk menekan penggunaan energi fosil. Penggunaan energi terbarukan secara besar, lanjutnya, akan memberikan dampak penurunan emisi karbon yang cukup besar.

(Selengkapnya bisa dibaca di Cover Story Listrik Indonesia Edisi 80).

 

Fokus utama terdiri atas para regulator, yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan yang menyoroti investasi baterai di Indonesia. Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyoroti geliat industri otomotif kendaraan listrik Tanah Air.

 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membuat strategi akselerasi penggunaan kendaraan listrik. Ia menilai bahwa ekosistem kendaraan listrik akan membuka lapangan pekerjaan, sedangkan Wakil Menteri BUMN Pahala N. Mansyuri menjelaskan upaya pemerintah untuk mengembangkan sisi hulu (upstream), yaitu produksi baterai listrik, dan sisi hilir (downstream) berupa infrastruktur seperti stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU). Dilengkapi oleh Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)/ Kementerian Investasi Ikmal Lukman

 

Di Fokus Utama juga mengulas langkah PT PLN (Persero) mendorong nilai ekonomi kendaraan listrik yang disampaikan oleh Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan Bob Saril. Tidak lupa, Fokus Utama mengupas perusahaan-perusahaan yang bermain pada ekosistem bisnis kendaraan listrik seperti perusahaan otomotif  Viar Indonesia, PT Mobil Anak Bangsa (MAB), Mitsubishi Motors, Marcedes Benz, Honda, Hyundai dan Prestige. Dan pemain charging station seperti PT Len Industri (Persero), Schneider Electric Indonesia, Siemens Indonesia, PT Medco Power Indonesia, dan perusahaan baterai LG Chem.

 

Selain itu, Asosiasi Perkumpulan Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), pengamat energi, dan anggota DPR juga turut memberikan ulasan terkait dengan problematic TKDN di Tanah Air.

Rubrik Voice of CEO mengangkat sosok Dirut PT Wismatata Eltrajaya (WEJ) Ir Tjahjadi Aquasa. Rubrik Korporasi membahas soal Manajemen Proyek Panas Bumi disampaikan oleh Dirut PT Geo Dipa Energi (Persero) Riki F Ibrahim. Menarik lagi pada edisi ini menyajikan profil delapan anggota Dewan Energi Nasional (DEN), serta perubahan logo DEN.

 

Tidak ketinggalan Rubrik Seremoni launching SPKLU yang diselenggarakan BPPT dan Pertamina. Kemudian Editorial mengulas hitungan bisnis SPKLU, Rubrik Lensa Daerah menilik kesiapan infrastruktur kendaraan listrik Jawa Tengah disampaikan GM PLN UID Jawa Tengah M. Irwansyah Purba.

 

Demikian resume Majalah Listrik Indonesia Edisi 80. Selamat menikmati sajian dari kami, semoga memberikan insight dan manfaat bagi Anda.

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button