Renewable Energy ENERGY PRIMER
Trending

Kolaborasi BRIN dan ThorCon Power Berencana Bangunan  PLTN Eksperimental

Kolaborasi BRIN dan ThorCon Power Berencana Bangunan  PLTN Eksperimental
Dok. PT ThorCon Power Indonesia

Listrik Indonesia | Investor Utama ThorCon Power, Chris Anderson yang juga merupakan pengelola TED Talksserta sahabat dari Elon Musk didampingi oleh Direktur Operasi PT ThorCon Power Indonesia, Bob S Effendi melakukan audiensi dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko. Pada pertemuan tersebut membahas rencana kerjasama yang akan dilakukan antara PT ThorCon Power Indonesia dengan BRIN.

 

Turut hadir dalam pertemuan tersebut secara online, Direktur Utama PT ThorCon Power Indonesia, David Devanney. Adapun perwakilan dari BRIN yang ikut serta dalam agenda audiensi diantaranya beberapa jajaran pada Organisasi Riset Teknologi Nuklir (ORTN) serta unit lain yang terkait.

 

Pada pertemuan tersebut BRIN bersama dengan ThorCon bersepakat untuk bersama-sama mengembangkan dan membangun PLTN eksperimental berbasis teknologi Molten Salt Reactor. Ketika izin operasi PLTN eksperimental dari Bapeten didapatkan, maka harapan kedepan pada tahun 2030 izin beroperasi secara komersial dapat berjalan.

 

Kerjasama ini tentunya sejalan dengan kewenangan BRIN yang tertuang pada UU Ketenaganukliran sebagai badan pelaksana dalam hal penelitian dan pengembangan, termasuk pembangunan reaktor non komersial atau PLTN eksperimental.

 

Kepala BRIN menyampaikan, pihak Thorcon melalui teknologi molten salt reactornya akan menjajaki kerjasama pengembangan teknologi reaktor. “ThorCon membawa teknologi berbasis molten salt reactor dengan teknologi yang cukup menjanjikan dari sisi keamanan, efisiensi dan dari sisi keekonomiannya. Teknologi ini merupakan generasi baru dan belum ada yang mengimplementasikan.


Akan tetapi disitulah kesempatan kita untuk dapat bersama-sama mengembangkan teknologi tersebut, sehingga nantinya Indonesia tidak hanya menjadi pemakai PLTN saja, namun juga berperan aktif sebagai pengembang,” kata Handoko.

 

Chris Anderson menyampaikan dukungannya terhadap ThorCon Power agar PLTN eksperimental di Indonesia dapat terimplementasi tanpa diragukan. Mengingat Indonesia sendiri merupakan negara yang besar dengan jumlah penduduk yang cukup padat. Baginya, untuk dapat menjadikan Indonesia semakin berkembang, diperlukan pasokan energi yang tidak hanya andal namun juga murah, aman serta ramah lingkungan yang mampu memenuhi kebutuhan listrik untuk segala aspek industri.

 

Selain itu, investor utama ThorCon Power tersebut menyatakan bahwa kesiapan ThorCon untuk melakukan pendanaan penuh secara swasta atau tanpa APBN terkait proyek yang bernilai Rp 17 Triliun ini dapat terealisasi selama pemerintah Indonesia dapat memberikan dukungan berupa kepastian hukum.

 

“Yang membuat desain TMSR-500 dari ThorCon menjadi menarik adalah mampu menghadirkan reaktor generasi baru yang bertekanan rendah dibandingkan dengan reaktor lainnya. Selain itu jika sudah beroperasi, dapat menghasilkan tenaga yang cukup besar dengan biaya yang rendah,” kata Chris.

 

Dengan adanya kerjasama ini diharapkan kedepannya ThorCon Power bersama dengan BRIN dapat menghadirkan alternatif energi bersih, tidak bergantung kepada cuaca serta dengan biaya yang terjangkau. Sehingga, pertumbuhan ekonomi di Indonesia terdorong lebih jauh berkembang. Selain itu nantinya Indonesia dapat memimpin dunia dari segi perkembangan teknologi nuklir yang ramah lingkungan sejalan dengan target Indonesia mencapai net zero emission 2060.

 

Direktur Operasi ThorCon Power menyampaikan, kerjasama antara BRIN dan Thorcon akan menghasilkan kekayaan intelektual yang diatur dalam pasal-pasal perjanjian kerjasama. “Telah terjadi kesepakatan antara BRIN dan ThorCon yaitu ThorCon sepakat untuk melakukan co-development terhadap teknologi TMSR-500, yang dapat menghasilkan hak kekayaan intelektual bersama sesuai dengan kontribusi masing-masing pihak yang akan dituangkan dalam bentuk perjanjian kerjasama dalam rangka pembangunan PLTN eksperimental sebagai kerjasama pemerintah dan badan usaha, yang diharapkan dapat segera di tanda tangani dalam waktu dekat ini,” kata Bob. S. Efendi. (*)

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button