NEWS
Trending

Kembangkan Inovasi Produk Lokal, Tekan Produk Asing

Kembangkan Inovasi Produk Lokal, Tekan Produk Asing
Listrik Indonesia | Melihat perkembangan yang begitu pesat di dalam negeri terutama di sektor ketenagalistrikan, sejalan dengan maraknya barang impor yang masuk ke Indonesia. Tentunya hal itu membuat para produsen penyuplai alat kelistrikan harus lebih kreatif agar masyarakat kembali menggunakan produk lokal.

PT Medcoindo Itron, merupakan penyuplai kWh meter listrik dalam asal Afrika Selatan, terus berinovasi terhadap kWh meter. "Pemerintah dalam hal ini PT PLN (Persero) dengan semangat memprabayarkan seluruh customernya, maka dengan inisiatifnya PT Itron memproduksi meter prabayarnya di Indonesia," ungkap Technical Support PT Itron Indonesia, Muhammad As'ad kepada Listrikindonesia.com di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (10/05).

Ia menambahakan, Resources and Development (R&D) di Indonesia untuk pengembangan kWh meter sudah dipercaya oleh PT Itron Internasional menjadi yang terbesar. "Tentunya hal ini menjadi suatu kebanggaan bagi kami bisa menjadi bagian yang sangat terpenting di Indonesia, kWh meter yang kita ekspor merupakan buatan dalam negeri. Sudah ekspor ke hampir 30 negara, termasuk Pemerintah dalam hal ini PLN, seperti ekspor ke Eropa, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan R&D-nya itu ada di Indonesia. Dari desain sampai jadi, Indonesia semua," paparnya.

Sementara, lanjut Ahmad sapaan akrabnya, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang terdapat dalam produksi PT Itron yakni sekitar 70 %, lalu sisanya masih impor. Sebab, di dalam negeri belum memiliki pabrik untuk beberapa komponen, lokasi pabrik di PT Itron sendiri berada di Cikarang, Jawa Barat.

"Yang lebih membanggakan lagi yakni, nama-nama yang dipakai pada kWh meter itu yakni nama-nama pulau-pulau yang ada di Indonesia, tujuannya agar pemakai bisa lebih familiar menggunakannya produk buatan Indonesia asli, dan kalau di ekspor bisa mengenal pulau-pulau yang ada di Indonesia, terutama Pulau Bali; Papua; dan Nias," ungkapnya.

Menurutnya, sudah ada 8 (delapan) tipe yang sudah menggunakan nama-nama pulau di Indonesia, dan semua tipenya berbeda-beda, dengan opsi ada yang khusus kWh meter biasa, ada yang untuk ngisi pulsa via kartu, ada khusus untuk SPLU (Stasiun Penyediaan Listrik Umum) dan ada yang untuk charger mobil, dan lain sebagainya. "Kami mengkhususkan untuk produksi kWh metering. Lainnya yakni ada tiga jenis kWh meter yang kami Produksikan yaitu pertama untuk Gas, Air dan Elektricity," terangnya.

Itron sendiri menjadi penyuplai terbesar untuk PLN, tercatat tahun ini (2017) sekitar 700 ribu unit kWh meter sudah disuplai ke PLN.

Pihaknya berharap, mudah-mudahan produk Itron dapat dipakai oleh bangsa luar yang lebih baiknya lagi di dalam negeri. "Jadi, kita usahakan jangan sampai produk luar yang masuk ke Indonesia. Kita terus berinovasi membuat produk sebaik mungkin yang bisa memuaskan masyarakat dan dapat menguasai pasar Indonesia," tandasnya. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button