NEWS
Trending

IT PLN Kembangkan Inovasi Anti Covid-19

Listrik Indonesia | Pandemi Covid-19 masih berada di tengah masyarakat. Berbagai langkah terus dilakukan berbagai negara untuk memerangi virus korona jenis baru ini, mulai dari penelitian pencarian pengobatan hingga vaksin.

Berbagai inovasi coba ditawarkan untuk melawan pandemi ini. Salah satunya datang dari Institut Teknologi PLN, yang tengah mengembangkan inovasi pengobatan berbasis arus listrik. Pasien yang terinfeksi akan dialiri arus listrik untuk menghancurkan protein yang melindungi virus Covid-19.

Dr. Ir. Soetjipto Soewono, Dipl. GE., Wakil Rektor Kerjasama dan Admisi, mengatakan inovasi ini dilatarbelakangi pemikiran dari sudut kelemahan virus Covid-19. “Virus Covid-19 memiliki sisi kelemahan dari protein pembungkusnya. Protein tersebut dapat dihancurkan dengan aliran listrik dalam level yang aman bagi manusia,” ujar Soetjipto, saat Audisi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jakarta, Senin (27/7/2020).

Lanjut dia, virus Korona masuk ke dalam tubuh manusia melalui mata, hidung, dan mulut. Kemudian masuk ke tenggorokan dan menginfeksi organ tubuh. Virus korona dikelilingi protein dan akan berkembang apabila bertemu dengan furin yang banyak ditemukan di jaringan organ tubuh manusia, termasuk paru-paru, hati, dan usus kecil. “Sehingga, terjadi Infeksi dan akan meluas ke berbagai organ tubuh manusia. Menurut WHO, organ pernapasanlah menjadi sasaran utama infeksi virus Korona,” jelas dia.

Virus Korona didalam tubuh manusia tidak hanya replikasi, tetapi juga mutasi. Satu hal yang membuat banyak orang khawatir soal Covid-19 adalah karena belum adanya obat maupun vaksin yang memang dikhususkan untuk mengatasi dan mencegah penyakit ini. “Kalaupun vaksin ditemukan akan ada kemungkinan tidak universal karena adanya peristiwa mutasi,” kata Soetjipto.

Salah satu cara untuk menghancurkan protein virus korona pada penderita Covid-19 dengan cara mengalirkan arus listrik kepada tubuh penderita dengan batasan-batasan ketahanan manusia terhadap arus listrik.

Tahanan listrik tubuh manusia sebesar 1200-5000 Ohm. Dan Arus 10 mA bisa melewati tubuh manusia tanpa batas waktu, maka tegangan aman adalah 10 mA X 1200 Ohm untuk kondisi basah dan 10 mA X 5000 Ohm untuk kondisi tubuh kering. “Maka tegangan aman tanpa batas waktu untuk arus bolak balik dalam kondisi kering 50 Volt dan kondisi basah 12 Volt. Dengan demikian diberikan batasan tegangan 50 Volt dan Arus 10 mA,” jelas Soetjipto.

Soetjipto menambahkan, dengan mengalirkan arus listrik ke tubuh penderita Covid-19 diharapkan lapisan protein virus Korona yang ada didalam organ tubuh penderita akan hancur sehingga penderita Covid-19 akan sembuh. “Perlu adanya Kerjasama antara disiplin kesehatan dan kelistrikan untuk penanganan pandemi COVID-19 untuk itu perlu dibentuk tim bersama, khususnya yang berasal dari Kementerian Kesehatan, agar inovasi ini aman, tidak menimbulkan efek samping, dan sesuai dengan regulasi,” tandas Soetjipto. (TS)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button