NEWS
Trending

Ini Dia, Ladang Panel Surya Terbesar di Indonesia

Ini Dia, Ladang Panel Surya Terbesar di Indonesia
DOK. KESDM
Listrik Indonesia | Selain deretan turbin angin raksasa di Sidrap, Sulawesi Selatan, sebagai PLTB terbesar di Indonesia, kini di tanah Minahasa, Sulawesi Utara telah terhampar sebanyak 64.620 panel surya, membentang di atas lahan seluas 29 hektare. 

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Wineru, Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara, Sulawesi Utara ini dioperasikan oleh Vena Energy sejak 5 September 2019, dan menjadi salah satu PLTS terbesar Indonesia.

Country Head Vena Energy Arisudono Soerono menjelaskan, rata-rata setiap harinya PLTS Likupang menyalurkan listrik mencapai 15 MW, meskipun memiliki kapasitas terpasang 21 Mega Watt Peak (MWp).

"Jam beroperasi selama 12 jam, mulai dari jam 05.3F0 pagi sampai matahari terik bisa 15 MW, kalau nggak ya menurun. Kalau hujan bisa masuk 3 MW. Itu sampai jam 17.30," kata Ari ditemui di lokasi PLTS Likupang, di laman esdm.go.id, Kamis (12/3).

Dengan jumlah kapasitas terpasang tersebut, Ari menilai PLTS Likupang menjadi PLTS terbesar di Indonesia hingga saat ini dan sebagai penopang sistem kelistrikan jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sulutgo (Sulawesi Utara-Gorontalo) sebesar 15 MWp. "Ini merupakan (PLTS) terbesar di Indonesia sebelum adanya PLTS Terapung di Cirata nanti," jelas Ari.

Ia memastikan, meskipun tidak sepanjang hari listrik dihasilkan, tapi dari sisi harga jauh di bawah harga listrik yang menggunakan BBM atau Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). "Yang jelas di bawah harga PLTD, jauh lebih murah," tegasnya.

PLTS Likupang sendiri dibangun sejak Power Purchase Agreement (PPA) pada 2017 akhir dan memakan waktu sekitar 1,5 tahun dengan total biaya investasi mencapai US$29,2 juta. Pembangkit tersebut memiliki 120 arry box, 24 set inverter dan 6 PV box. 

"Kontrak jual beli listrik berlangsung selama 20 tahun dengan skema Built, Own, Operate, Transfer (BOOT)," ungkap Ari.

Vena Energy merupakan perusahaan produsen listrik swasta//IPP (Independent Power Producer) yang fokus dalam pengembangan pembangkit listrik surya serta angin. Selain PLTS Likupang, Vena juga merupakan produsen listrik swasta untuk pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Tolo di Jeneponto yang berkapasitas 72 MW serta 3 PLTS di Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan kapasitas masing-masing 7 MWp.

Selama puncak kegiatan konstruksi, PLTS Likupang mampu menyerap hingga 900 pekerja lokal. Sementara, saat beroperasi, 80% pekerjanya merupakan masyarakat sekitar. Selama beroperasi, pembangkit ini mampu melistriki hingga 15.000 rumah tangga serta mengurangi efek gas rumah kaca hingga 20,01 kilo ton.

Merespons hal tersebut, Kasubdit Investasi dan Kerjasama Aneka Energi Baru Terbarukan (EBT) Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Ani Wiyanti menuturkan bahwa potensi pengembangan PLTS memang terhitung besar.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi pengembangan PLTS mencapai 207,8 GWp dengan realisasi mencapai 0,15 GWp. Khusus untuk wilayah Sulawesi Utara potensi tenaga surya yang ada mencapai 2,1 GWp.

Ani menjelaskan, Kementerian ESDM terus berupaya mendorong agar pengembangan EBT terus dilakukan. Menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik yang ada, pada tahun 2020 tambahan kapasitas pembangkit EBT ditargetkan sebesar 933 MW dengan PLTS sebesar 78 MW. (Fr)

 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button