Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Gunakan Solar Cell, Gedung HO Kilang Minyak Cilacap Hemat Rp 57,7 Juta Per Tahun

Gunakan Solar Cell, Gedung HO Kilang Minyak Cilacap Hemat Rp 57,7 Juta Per Tahun
Gedung Head Office (HO) PT Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap gunakan solar cell untuk penerangan. (foto: net)

Listrik Indonesia | Gedung Head Office (HO) PT Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap telah mengoptimalkan energi baru terbarukan (EBT) berupa solar cell atau photovoltaic untuk penyediaan kebutuhan penerangan. Sejak ditempati tahun 2017, gedung dengan konsep green building ini bisa menghemat Rp 57,7 juta per tahun.

"Kapasitasnya 200 watt per cell dengan total kapasitas 80 kWp dan dipasang di atas atap gedung. Total kapasitas energi terbarukan yang dipasang 24.090 kWh per tahun," ujar Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina RU IV Cilacap, Hatim Ilwan, dalam keterangannya, Jum'at (23/10).

Menurutnyakonsumsi bulanan gedung ini 13.700 kWh, sedangkan energi terbarukan yang diproduksi 2.200 kWh/bulan. Persentase penggantian atau efisiensi penggunaan energi terbarukan guna menyediakan tenaga listrik di gedung ini adalah 15%.

"Kondisi ini membuat gedung HP mampu menghemat daya listrik 27.520 kWh/tahun atau senilai Rp 57,7 juta/tahun. Dalam kurun 4 tahun gedung HO ini ditempati, penghematannya lebih dari Rp 230 juta," kata Hatim.

Diakuinya, Gedung yang terletak di Jalan MT Haryono 77, Lomanis, Cilacap ini dibangun sebagai tindak lanjut standard IRI (International Risk Insurance) terkait jarak gedung perkantoran terhadap tanki produk, sehingga untuk mendapatkan lokasi kerja yang aman dan nyaman.

Gedung HO memiliki luas area 7.257 m² dengan ketinggian 4 lantai yang meliputi lantai dasar (resepsionis, ruang tender, area bisnis, ruang poliklinik, laktasi, dan lain-lain) serta lantai 1-4 sebagai ruang kerja dan lantai atap dengan luas keseluruhan gedung 17.858,59 m².

Selain itu, pihaknya juga melakukan pemanfaatan efisiensi air berupa penerapan water fixture dengan kapasitas tidak melebihi standar kemampuan maksimal keluaran air sehingga terjadi penghematan pemanfaatan air.

"Daur ulang pemanfaatan air dari grey water recovery di gedung HO untuk beberapa keperluan seperti penyiraman tanaman di luar ruangan, pembilasan toilet, penyemprotan jalur parkir, dan hidran serta mengumpulkan dan memanfaatkan kembali air hujan rainwater harvesting," ungkap Hatim.

Dia juga mengaku telah melakukan pemanfaatan air nonminum untuk irigasi sebanyak 7 m³/hari dengan penghematan Rp 17,6 juta/tahun. Air irigasi berasal dari sistem air daur ulang dan panen air hujan dengan asumsi harga di Cilacap Rp 7.000 per m³.

"Catatan lain, pemanfaatan air hujan sebagai air tawar dengan memanen air hujan di tangki air akan menurunkan 70% konsumsi air minum. Sedangkan air yang tidak dapat diminum untuk menara pendingin atau keperluan lainnya dengan kemampuan kapasitas daur ulang 220 m³, air akan digunakan untuk pembilasan, penyemprotan tempat parkir dan hidran," tutur Hatim lebih lanjut. (pin)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button