Figure PROFILE
Trending

Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M.Eng., IPU: Energi Itu Darah Bagi Ekonomi & Industri

Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M.Eng., IPU: Energi Itu Darah Bagi Ekonomi & Industri
Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M.Eng., IPU

Listrik Indonesia | Presiden telah melantik 8 anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2020 – 2025, salah satunya Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M.Eng., IPU yang mewakili akademisi. Jebolan Teknik Mesin Konstruksi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1986 ini langsung berkarir di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yaitu selama 1987 - 2000.

 

Pria yang memiliki hobi berolahraga ini pun menjadi menjadi peneliti di BPPT bidang Kekuatan Komponen dan Konstruksi, di Laboratorium Uji Konstruksi BPPT. Di bidang itu, pria kelahiran 14 Agustus 1959 ini banyak melakukan penelitian tentang Umur Lelah, analisis Kerusakan, dan Penjalaran Retak Prototipe CN 235, hingga tahun 2000.

 

Setelah berkarir di BPPT, Agus Puji hijrah ke Kementerian Riset dan Teknologi pada periode 2001 - 2014 dan pernah menjadi Asisten Deputi di beberapa unit setingkat eselon 2, dan menjadi Deputi Menteri Bidang Relevansi dan Produktivitas. Kemudian dia menjadi Staf Ahli Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Bidang Relevansi dan Produktivitas (2014 - 2019).

 

Pria lulusan Program Magister (S2) Fracture Mechanics - Graduate School of Engineering, Universitas Shizuoka, Jepang ini selain menguasai Material dan Konstruksi Pesawat Udara, juga sangat senior di bidang kebijakan publik tentang industri dan inovasi. Beliau juga terampil dalam perencanaan bisnis dan keterampilan analisis. Agus juga telah menyelesaikan studi doktor (S3) bidang Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), serta telah mendapatkan pengakuan sebagai Insinyur Profesional Utama.

 

Agus menuturkan bahwa setelah menjadi anggota DEN akan fokus dalam meningkatkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi sehingga mampu mendorong partumbuhan ekonomi.

 

“Energi merupakan darah yang harus mengalir meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan industri. Oleh sebab itu, energi harus memiliki ketahanan tinggi, sehingga harus tersedia dengan jumlah yang cukup, murah, akses mudah, serta ramah lingkungan. Membangun Indonesia tidak akan mungkin terjadi jika tidak memiliki energi yang cukup. Energi harus didorong sehingga mencapai pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan dan mampu meningkatkan GDP [gross domestic product] sehingga lepas dari middle income trap [perangkap pendapatan menengah],” tegasnya kepada Listrik Indonesia, (20/7).

 

Dia menambahkan bahwa energi menjadi modal pembangunan yang akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, seiring dengan tren global dalam menuju transisi energi yang lebih bersih, semua pihak perlu mendorong secara bersama-sama dalam pengembangan energi terbarukan, seperti energi surya, air, panas bumi, angin (bayu).

 

Menurut pria yang sebelumnya pernah menjadi Wakil Tetap Anggota DEN Unsur Pemerintah periode 2015 – 2019 ini, pengembangan energi hijau terutama solar panel yang bisa dipasang di atap-atap bangunan dan rumah sehingga dapat menurunkan emisi karbon (dekarbonisasi).


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button