NEWS
Trending

Cegah Devisit Daya, PLN Resmikan GITET 500KV di Jateng

Cegah Devisit Daya, PLN Resmikan GITET 500KV di Jateng
Listrik Indonesia, Klaten | PT PLN (Persero) meresmikan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 Kilovolt (Kv) Pedan, Klaten, Jawa Tengah. Peresmian ini menandakan beroperasinya Interbus Transformator (IBT) 3. Dengan beroperasinya GITET tersebut, diharapkan mampu meningkatkan layanan kepada pelanggan.

Direktur Bisnis Jawa Bagian Tengah (JBT) sekaligus Pelaksana Harian Direktur Bisnis Jawa Bagian Barat (JBB) PT PLN Persero, Nasri Sebayang mengatakan proyek GITET Pedan ini dilaksanakan oleh Unit Induk Pembangunan (UIP) Jawa Bagian Barat (JBB).

Kontrak pembangunan GITET Pedan ada dua, yaitu IBT 3 dan IBT 4. Untuk IBT 4 rencananya akan beroperasi pada Januari 2017 mendatang. "IBT 3 dan 4 ini untuk memperkuat IBT 1 dan IBT 2," kata Nasri disela-sela peresmian GITET 500 Kv di Klaten, Senin (19/12).

Ia mengakui, IBT 1 dan 2 usianya sudah uzur karena dibangun sejak awal 1980. Karena itu, IBT 1 dan 2 sudah tidak mampu lagi untuk menampung pasokan daya yang ada saat ini. "Saat ini IBT 1 dan 2 sudah terisi beban maksimal yaitu sebesar 80%, angka tersebut sudah di ambang batas maksimal," tambahnya.

Ketika terjadi permasalahan seperti trip (pemadaman) salah satu IBT, lanjutnya, maka IBT yang lain sudah tidak mampu menampung daya yang disalurkan. Akibatnya, ada beberapa GITET yang terpaksa harus dimatikan alias ada beberapa daerah yang mengalami pemadaman listrik seperti yang baru-baru ini terjadi.

Dengan pembangunan GITET Pedan yang terdiri dari IBT 3 dan IBT 4, maka diharapkan mampu menghilangkan pemadaman secara sistemik. "Meski skala pemadaman secara sistemik tersebut sangat kecil, tetapi jika dihilangkan maka akan menambah tingkat layanan kepada para pelanggan yang ada saat ini. "Kami berusaha memberikan layanan maksimal kepada pelanggan," ungkapnya.

Pembangunan dua IBT dalam GITET di Pedan Klaten ini juga bagian dari kesiapan PLN menyambut era 35.000 Megawatt (MW). Dengan pembangunan GITET tersebut, maka daya yang dihasilkan oleh beberapa pembangkit listrik yang akan dibangun oleh PT PLN beberapa tahun mendatang akan bisa terevakuasi atau tersalurkan dengan baik tanpa gangguan.

Untuk pembangunan dua IBT tersebut, lanjutnya, PLN mendapatkan pinjaman dari Bank Dunia. Proyek ini ditandatangi sejak 2012 lalu, namun karena dana yang digunakan adalah pinjaman dari Bank Dunia, maka ada ada beberapa proses administrasi yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

"PLTU Batang dan PLTU Cilacap proses konstruksi. Kalau itu jadi, dengan GITET yang ada maka daya yang dihasilkan bisa tersalurkan dengan baik," ungkap Nasri.

Sementara, General Manager UIP JBB, Robert A Purba menambahkan, saat ini GITET 500 kV Pedan memiliki 4 diameter dan 2 IBT mensuplai daya melalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV dari arah Ungaran dan Kediri ke arah Tasik. "Kondisi beban total pada 2 IBT sebesar 724 MW atau terbebani sekitar 72,5% untuk masing-masing IBT," kata Robert.

"Dengan beroperasinya Diameter 3 dan IBT 3 500 MVA GITET Pedan, maka akan memperkuat daya dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan interkoneksi 500 kV Jawa-Bali. Saat ini beban yang harus dipikul oleh masing-masing IBT adalah sebesar 241 MW, beban menurun menjadi 48,2 persen untuk masing-masing IBT," pungkas Robert. (GF)

 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button