Ceremony AGENDA NEWS
Trending

Bank EXIM Siapkan Dana Segar Hingga Rp 11 Triliun Untuk Sektor Energi

Bank EXIM Siapkan Dana Segar Hingga Rp 11 Triliun Untuk Sektor Energi
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. (foto: net)
Listrik Indonesia | Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menemui Presiden Bank Ekspor Impor Amerika Serikat (EXIM), Kimberly A. Reed akhir pekan kemarin. Keduanya sepakat untuk menyuntikkan dana segar dalam sejumlah proyek infrastruktur senilai US$ 750 juta atau setara Rp 11 triliun.

"Kami menyambut baik MoU yang diajukan dan berharap ada lebih banyak investasi dan partisipasi bisnis AS di proyek-proyek infrastruktur, energi, transportasi dan telekomunikasi kami," ujar Luhut, di Jakarta, kemarin.

Dalam keterangannya, kedua pihak berencana menandatangani nota kesepahaman dalam waktu dekat. Reed mengatakan beberapa  pembiayaan mencakup proyek tekonologi komunikasi nirkabel, layanan kesehatan, hingga penyiaran dengan barang dan jasa AS.

“Kami ingin bekerja sama mendorong kesempatan investasi dan peluang mengembangkan bisnis,” kata Reed.

Pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral dan kerja sama ekonomi antara AS dan Indonesia. Dalam obrolannya, kata Reed, komunikasi kedua pihak berjalan dengan sangat produktif.

"Saya sangat gembira mengumumkan MoU USD750 juta ini dengan beliau hari ini. Bank Ekspor Impor Amerika Serikat berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara, dan MoU ini akan menegaskan komitmen kami terhadap berbagai potensi proyek di Indonesia, mulai dari energi hingga teknologi komunikasi nirkabel (4G+/5G) hingga layanan kesehatan, penyiaran, dengan dukungan barang dan jasa dari AS," ungkap Reed.

Dia menambahkan kerja sama kedua negara diharapkan dapat mendorong investasi sehingga mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi kedua negara.

"Kami ingin bekerja sama untuk mendorong kesempatan investasi dan peluang mengembangkan bisnis sehingga memberikan potensi keuntungan bagi para pekerja dan pelaku bisnis AS dan Indonesia," imbuh Reed. (pin)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button