Waste to Energy ENVIRO NEWS
Trending

10 Unit Fasilitas Pengolah Sampah (RDF) Dibangun pada 2021

10 Unit Fasilitas Pengolah Sampah (RDF) Dibangun pada 2021
Listrik Indonesia | Pemerintah akan membangun 10 unit fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif, yaitu sampah bahan bakar asal (RDF) di kota-kota yang memiliki sampah di bawah 200 ton per hari.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah itu bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah di Tanah Air.

"Sampai dalam konteks stimulus ini pun kita sela sampah. Misalnya, ada program RDF yang di Cilacap, kami akan membuat RDF seperti itu 10 unit lagi di kota-kota yang sampahnya di bawah 200 ton per hari," katanya saat acara yang ada di acara Pemulihan Kemasan Organisasi (PRO), Selasa (25/8).

Menurutnya, sampah menimbulkan berbagai macam dampak penyakit, kesehatan, dan sebagainya sehingga harus diatasi, salah satunya melalui RDF yang dapat menjadi energi alternatif energi fosil.

Luhut juga mendorong kolaborasi antara pemerintah dan swasta dalam pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi. Dia menjawab, kolaborasi kemitraan inklusif diperlukan untuk menyelesaikan masalah sampah.

Luhut menambahkan, saat ini juga dituntut untuk menghitung lebih besar dalam upaya pewarnaan produksi sampah plastik melalui proses extended producer responsibility (EPR). EPR merupakan tanggung jawab produsen terhadap produk yang dijual termasukan kemasannya saat menjadi sampah.

Sebelumnya, Luhut telah meresmikan operasionalisasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif (RDF) yang ramah lingkungan di Jeruk Legi, Kabupaten, Cilacap, Jawa Tengah pada21 Juli 2020.

RDF adalah pengolahan sampah melalui proses homogenizers menjadi ukuran / butiran kecil (pellet) yang selanjutnya Dapat dimanfaatkan untuk sumber energi terbarukan dalam sistem sistem pembakaran batu bara. Fasilitas RDF di Cilacap adalah yang pertama di Indonesia.

Luhut menjelaskan keunggulan fasilitas RDF, yaitu ongkos yang membuat fasilitas ini sekitar Rp70 miliar hingga Rp80 miliar. Namun, jika hal itu dibuat dalam jumlah banyak, maka bisa lebih efisien.

"Bersihkan sampah ada cost-nya. Nggak bisa berita sampah dan merta menguntungkan. Ini lebih baik sampah menjadi energi [mengubah sampah menjadi energi].”

Dia berharap agar program tersebut sudah dibuat pada tahun depan karena Presiden Joko Widodo memeprhatikan hal tersebut.
 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button