Pemerintah Komitmen Tingkatkan Inovasi Kemigasan

Author : @MLI_Fr Dibuat : Jan 23, 2020

Pemerintah Komitmen Tingkatkan Inovasi Kemigasan
DOK. ESDM
Listrik Indonesia | Pemerintah melalui Kementerian ESDM berkomitmen terus meningkatkan inovasi kemigasan dalam upaya meningkatkan cadangan maupun lifting minyak dan gas bumi (migas) nasional.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana saat menyampaikan keynote speech pada Temu Mitra Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB) "LEMIGAS", Badan Litbang Kementerian ESDM Tahun 2020 di Balai Kartini, Jakarta Rabu (22/1) dirilis esdm.go.id.

"Terkait sektor migas ada dua hal yang menjadi perhatian, yang pertama cara meningkatkan cadangan minyak dan yang kedua upaya meningkatkan lifting migas", ujar Dadan.

Dalam mencapai target tersebut, lanjut Dadan, Badan Litbang ESDM salah satunya akan mendorong regulasi berupa Peraturan Menteri ESDM untuk mengatur kegiatan penambangan minyak terbuka (open pit oil mining).

Sebagai informasi, BLU LEMIGAS selama ini telah berperan dalam mendorong inovasi program kemigasan nasional, seperti B20 dan B30 serta rencana uji teknis B40/B50. Selain itu BLU LEMIGAS juga melahirkan inovasi yang menunjang produktivitas pekerjaan yang bermanfaat bagi sektor migas nasional, seperti Open Pit Oil Mining, Land Airgun, Absorben RTC (Research Technology Center), hingga Mobile Lab Biostratigraphy.

"Kami konsisten mengakselerasi temuan dan inovasi untuk membantu sekuat mungkin implementasi di sisi komersial," imbuh Dadan.

Kepala PPPTMGB "LEMIGAS", Setyorini Tri Hutami menyampaikan pihaknya terus berusaha meningkatkan mutu dan layanan, dengan memperhatikan aspek lingkungan, aspek keselamatan kerja dan aspek mutu. "Saat ini, PPPTMGB "LEMIGAS" telah mengantongi ISO 17025:2017 untuk standar kompetensi laboratorium, ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen mutu, ISO 14001:2015 untuk sistem menajemen lingkungan dan ISO 18001:2007 untuk keselamatan kerja" tambah Rini.

Migas merupakan salah satu komoditas yang masih memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Merujuk pada pendapatan negara tahun anggaran 2019, penerimaan migas mencapai Rp176,14 triliun atau sekitar 8%.

Dalam upaya mendukung optimalisasi pemanfaatan gas bumi, Ditjen Migas telah menyusun RIJTDGBN meliputi tiga rencana. Rencana tiga ruas transmisi yakni Ruas Transmisi tie in WNTS - Pemping; Ruas Transmisi Cirebon - Semarang; Ruas Transmisi KEK Sei Mangkei - Dumai (dalam tahap pengkajian), Rencana Wilayah Jaringan Distribusi di 71 Kabupaten/Kota dan rencana pembangunan FSRU/FSU&FRU PT PLN (Persero): 8 unit dan Mini Regasifikasi LNG (Land Based) PT PLN (Persero): 15 Unit, berdasarkan usulan PT PLN (Persero) dengan mempertimbangkan RUPTL 2019-2028. Lokasi FEED DEDC Pembangunan Jargas RT dengan skema KPBU: +/-10 Juta SR di 52 Kabupaten/Kota (10 Provinsi).

Kerja sama antara Badan Litbang ESDM, Ditjen Migas dan mitranya diharapkan dapat terus berjalan sehingga mampu memanfaatkan peluang pada kegiatan usaha migas dan industri penunjangnya untuk meningkatkan pendapatan BLU.

Pada kesempatan tersebut BLU LEMIGAS menyampaikan apresiasi kepada para mitra yang telah bekerja sama diantaranya Pertamina EP, Medco E&P Indonesia, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), PT PLN dan British Petroleum. (Fr)


 

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top