Listrik Jadi Prioritas ESDM Lima Tahun ke Depan

Author : listrikinfo@gmail.com Dibuat : Nov 16, 2019

Listrik Jadi Prioritas ESDM Lima Tahun ke Depan
Listrik Indonesia | Demi mewujudkan Indonesia Maju melalui sektor energi dan mineral, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyampaikan langkah strategis Kementerian ESDM dalam menjawab tantangan yang dihadapi sektor ESDM ke depan. Upaya tersebut akan segera diselesaikan secara Cepat, Cermat dan Profesional (CCP) selama lima tahun ke depan.

Prioritas utama yang disoroti oleh Arifin adalah kebutuhan tenaga listrik. Ia berjanji akan menuntaskan program 35.000 Mega Watt (MW) pada akhir tahun 2023 atau awal tahun 2024. "Dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun ke depan, program 35 ribu MW akan terselesaikan," janji Arifin.

Meningkatnya kebutuhan listrik Arifin, ungkap Arifin, akan diisi dengan mendorong pemanfaatan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) yang diperkirakan memiliki potensi 400 Giga Watt (GW). "Kita prioritaskan untuk memanfaatkan sumber-sumber EBT. Apalagi Indonesia sangat banyak memiliki sumber, ini kalau hitung berdasarkan datanya bisa mencapai 400 GW," ungkapnya.

Perhatiaan besar Arifin terhadap EBT lantaran EBT mampu menghasilkan energi bersih yang ramah lingkungan. "Kita tidak tergantung lagi pada energi fosil dan (EBT) menghasilkan emisi yang bersih yang akan mendukung kesehatan penduduk indonesia sehingga masyarakat tumbuh berkembang cerdas ke depan," katanya.

Salah satu yang akan didorong dalam pengembangan EBT ini adalah biodiesel. Arifin mengungkapkan, pemanfaatan biodiesel juga bermanfaat memberi dampak perekonomian besar bagi pengusaha perkebunan kelapa sawit kecil, disamping sebagai energi bahan bakar rendah emisi. "Apa yang kita lakukan terhadap biofuel adalah untuk mengurangi emisi," ungkap Arifin.

Upaya lain yang jadi fokus Arifin adalah pembangunan transmisi listrik dan gas. Kementerian ESDM akan segera menyelesaikan pembangunan transmisi listrik dan gas di Sumatera dan Kalimantan. "Saya harap keberadaan energi ini mendukung sektor pariwisata. Tanpa energi mungkin agak sulit mengembangkan pariwisata," tuturnya.

Beberapa bulan lalu, Pemerintah telah membangun tol listrik di Sulawesi. Membentang sejauh 3.767 kms (kilometer sirkit) dengan 5.687 tower transmisi serta 47 Gardu Induk berkapasitas total 2.648 MVA, tol listrik Sulawesi tahap 1 ini menghubungkan 4 (empat) provinsi yaitu Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.
Prioritas yang tak kalah penting adalah peningkatanan Domestic Market Obligation (DMO) batu bara. "Kami perkirakan dalam 5 tahun ke depan DMO batu bara akan meningkat karna kebutuhannya meningkat. Ini dilakukan dari skala besar dan skala kecil," tutup Arifin. (CR)

Tags : News
Terakhir disunting : Nov 16, 2019


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top