Kinerja Sektor Migas Sudah Baik, Ahok Cocok Untuk BUMN Lain

Author : listrikinfo@gmail.com Dibuat : Nov 14, 2019

Kinerja Sektor Migas Sudah Baik, Ahok Cocok Untuk BUMN Lain
Listrik Indonesia | Jakarta. Dibawah kepemimpinan Nicke Widyawati kinerja Pertamina mengalami peningkatan cukup baik. Berbagai terobosan terus dilakukan untuk efisiensi, salah satu program-nya adaalah menuntaskan pembangunan kilang minyak. Tetapi mengapa pimpinan pucak perusahaan migas plat merah ini harus diotak-atik?

Seperti diketahui, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diminta Menteri BUMN Erick Thohir bergabung di salah satu perusahaan pelat merah.

Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga mengatakan bahwa banyak pihak yang memberikan masukan kepada Erick.

"Kalau rekomendasi atau apa namanya banyak masukan lah dari kita kepada pak Erick. Pak Erick melihat bahwa bisa membantu kita kan pak Ahok masih muda jadi masih bisa bantu BUMN," ujar Arya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat (13/11).

Saat ditanya lebih lanjut mengenai rekomendasi Jokowi soal Ahok, Arya mengatakan bahwa untuk jabatan strategis BUMN memang perlu dilakukan koordinasi dengan Presiden.

Apalagi menurut sumber di lingkungan Kementerian BUMN, Ahok akan menjadi petinggi di Pertamina. Pemilihan bos Pertamina tidak bisa sembarangan, namun harus melalui sidang Tim Penilai Akhir (TPA) yang diketuai Presiden RI.

"Yang pasti setiap posisi yang vital untuk BUMN kita harus koordinasi dengan pak Jokowi, nggak mungkin nggak karena BUMN yang mempengaruhi banyak menyangkut kehidupan pasti kita konsultasi dengan pak Jokowi," tutur Arya.

Terkait dengan hal ini, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi mengatakan jika Ahok ditunjuk sebagai Direktur Utama Pertamina atau PLN, dapat menimbulkan konflik kepentingan.

“Ahok seorang politisi, yang berpotensi menimbulkan conflict of interest dalam pengelolaan kekayaan alam yang nilai ribuan trilyuan rupiah,” katanya.

Di sisi lain, menurut Fahmy, Ahok tidak memiliki rekam jejak mengurus perusahaan energi. “Keputusan mengangkat Ahok pada BUMN strategis di bidang energi sangat blunder dan high risk,” ujarnya.

Syarat lain menjadi Direksi BUMN, yaitu memiliki keahlian dan berperilaku baik. Dua syarat materiil ini juga bisa menjegal Ahok menjadi Dirut di perusahaan BUMN.
"Oleh karena itu, akan jauh lebih aman jika Ahok masuk ke Pertamina, bukan sebagai Dirut, tetapi sebagai Komut. Ini lebih elegan, karena menggantikan mantan menteri," Pungkas Fahmy Radi.

Sementara itu, Pemerhati Kelistrikan Irwadhi Marzuki menyatakan kinerja Pertamina dibawah kepemimpinan Nicke Widyawati kinerjanya meningkat secara signifikan. Hal ini terlihat dari capaian revenue yang terus meningkat.

“Seharusnya posisi dirut pertamina tidak usah dikotak-katik dulu. Biarkan mereka menuntaskan pekerjaaannya sampai selesai masa tugasnya,”kata Irwadhi Marzuki.

Pihaknya setuju bila Ahok menempati posisi puncak salah satu BUMN, asal jangan di PLN atau Pertamina.

“Ahok bisa ditempatkan di salah satu BUMN penerbangan, seperti Garuda Indonesia agar dapat mendongkrak kinerjanya menjadi lebih menguntungkan. Di salah Bank BUMN juga posisinya cocok dan diyakini akan jauh lebih berhasil,”pungkas Irwadhi. (DH)

 

Tags : News
Terakhir disunting : Nov 14, 2019


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top