52 Smelter Baru Butuh Pasokan Listrik 4,7 Gigawatt

Author : listrikinfo@gmail.com Dibuat : Jan 28, 2020

52 Smelter Baru Butuh Pasokan Listrik 4,7 Gigawatt
Listrik Indonesia | Pada tahun 2023 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan 52 smelter dan membutuhkan pasokan listrik yang besar.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan ada tiga kendala dalam membangun smelter di antaranya, masalah pendanaan, aturan daerah, dan pasokan listrik. Kurangnya pasokan listrik ini menurut Arifin berdampak pada pembangunan smelter. Di mana memperlambat progres pembangunan.

“Kita sudah memetakan untuk pasokan energi listriknya,” ujarnya.

Sejauh ini, pembangunan smelter mencapai 17 smelter sampai tahun 2019. Secara rinci target pembangunan smelter tahun 2020 sebanyak 21 smelter, tahun 2021 ditargetkan 48 smelter, tahun 2022 ditargetkan 50 smelter, akan terus meningkat sampai tahun 2023 sebayak 52 smelter. Untuk mencapai target 52 smelter masih perlu dibangun 35 smelter lagi. 

Secara detail di Jawa ada 12 smleter dengan kebutuhan listrik sebesar 929,4 MW. Di Sumatera ada 2 smelter yang membutuhkan listrik sebesar 50 MW. Lalu di Kalimantan ada 11 smelter yang membutuhkan listrik 579,5 MW. Di Sulawesi ada 16 smelter yang membutuhkan listrik 2.012 MW (2 GW). Satu smelter di NTT membutuhkan listrik 20 MW.

Satu smelter di NTB membutuhkan listrik 300 MW. Sedangkan di Maluku ada 9 smleter membutuhkan listrik 941 MW. Arifin menjelaskan ada 3 strategi untuk memenuhi kebutuhan listrik. Karena itu diprediksi kebutuhan listrik untuk 52 smelter baru tersebut sekitar 4,7 Gigawatt. (CR)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top